loading...

Pembohongan Publik "Susu Kental Manis", Apa Sebenarnya yang Kita Minum?

Belakangan ini muncul kelompok masyarakat yang menamakan diri Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menyuarakan pentingnya melindungi anak-anak dari bahaya susu kental manis melalui aksi teatrikal pantomim dalam Kampanye "Lindungi Anak dari Susu Kental Manis"

Berdasarkan pengamatan di lapangan, masyarakat lebih cenderung memberikan susu kental manis kepada anaknya, baik kemasan sachet maupun kaleng. Bahkan sudah menjadi kebiasaan di sebagian besar masyarakat minum susu kental manis minimal 2 kali sehari.

Kenapa anak-anak tidak boleh minum susu kental manis tiap hari? Apa bahayanya?

Cobalah jadi konsumen yang cerdas, jika kita melihat komposisinya, barulah kita akan tercengang dengan angka-angka kandungannya.

Silakan baca komposisinya, gula mencapai 20 gram di tiap sajiannya, belum pula tambahan sukrosa yang mencapai 18 gram. Padahal konsumsi gula per harinya menurut Pedoman Gizi Seimbang (PGS) hanyalah 4 sdm saja. Itu artinya kita minum segelas air gula berwarna putih atau coklat. Ini sungguh menyesatkan!!

Jika kita atau anak kita, atau masyarakat Indonesia mengonsumsi susu kental manis 2x sehari, ia akan menyimpan cadangan gula yang berlebih dan akan berisiko terkena diabetes dan obesitas.

Dari hasil survey ke sebuah supermarket, memang sudah tidak ditemukan lagi tulisan "SUSU KENTAL MANIS" di kemasan sebuah merk yang ada di foto (lihat foto di atas). Mereka sudah mengganti tulisan "SUSU KENTAL MANIS" menjadi KRIMER KENTAL MANIS .

Tapi sayangnya, masih ada 1 merek yang masih mencantumkan tulisan SUSU KENTAL MANIS pada kemasannya, yaitu IND*MILK.

Cukupkah dengan hanya mengganti label "susu kental manis" menjadi "krimer kental manis" pada kemasannya?

Ternyata tidak, masyarakat sudah terlanjur menganggap produk mereka adalah minuman sehat penuh gizi kaya akan susu. Selama ini masyarakat sudah dibohongi oleh sederet iklan yang memang cukup ampuh mempengaruhi konsumen.

Tentu masih terngiang di telinga kita jingle iklan susu cap EN*K yang bunyinya "SUSU KENTAL MANIS CAP EN*K, YANG PENTING EN*K!"

Atau pernah mendengar nyanyian ini, "SUSU SAYA, SUSU BEND*RA!"

Iklan-iklan tersebut nyatanya sudah paten ada di otak masyarakat Indonesia, bahwa itu adalah minuman SUSU.
Menghilangkan sebuah memori yang sudah lama terpatri memang sulit. Maka dari itu perlu ada upaya mengedukasi masyarakat bahwa produk-produk tersebut bukanlah SUSU! Karna kandungan susunya sangat sedikit sekali hanya 8%, sisanya adalah gula dan campuran-campuran lainnya.

Itu adalah sebuah gula yang dikemas cantik sehingga berubah brand menjadi "SUSU". Kalaupun ingin dikonsumsi sesekali, itupun hanya boleh dalam bentuk campuran makanan saja, bukan diseduh dengan air menjadi si PUTIH yang katanya menyehatkan.

Di negara-negara Eropa dan Amerika, produk susu kental manis bukan merupakan barang konsumsi harian untuk diminum, disana hanya digunakan sebagai bahan tambahan untuk membuat kue dan makanan lain.

Jadilah konsumen yang cerdas, Sehatkan Indonesia! Merdeka dari penjajahan produk-produk tidak sehat.

Sumber: Cetroasia.com

0 Response to "Pembohongan Publik "Susu Kental Manis", Apa Sebenarnya yang Kita Minum?"

Post a Comment